Berkat Bantal Cinta Bisa Beli Rumah 2M
Tags:
Berkat bantal, dia keluar dari bank dan membeli rumah Rp 2,3 miliar.
Mengatakan cinta dengan bunga adalah hal biasa. Namun, bila ingin mencari alternatif lain, Anda bisa mampir ke Rumah Bantal di Jalan Libra, Turangga, Bandung. Di sini Anda bisa mengungkapkan cinta dengan bantal. Ya, benda empuk yang biasa dijadikan alas kepala.
Andri Gumati Saragih adalah orang yang memperkenalkan alas tidur bernama bantal cinta itu. Lelaki berumur 30 tahun ini membikin sebuah bantal besar berukuran 1 x 0,5 meter yang bisa dipakai berdua dengan suami atau istri.
Tak hanya menghangatkan cinta dengan pasangan, bantal ini juga memberi keceriaan di kamar tidur anak-anak. Sebab, pilihan yang ditawarkan lumayan beragam. Ada bantal berbentuk ikan hiu, binatang, bulan sabit, atau bahkan tulang berukuran raksasa.
Selain bentuknya yang unik, menurut Andri, bantal bikinannya diklaim bermanfaat untuk kesehatan. Sejatinya ide membuat bantal datang dari seorang kawannya, warga negara Korea. "Dia mengusulkan membuat bantal dari silikon, lalu kami coba," katanya. Bahan dasar ini dibentuk menjadi serat-serat halus sehingga terasa lebih empuk dan nyaman di kepala. Sebelum dipasarkan, silikon disterilisasi dulu.
Walau begitu, harganya ternyata tak terlalu menguras kantong. Sebuah bantal dibanderol Rp 30-150 ribu, bergantung pada ukuran dan modelnya. "Saya suka berbelanja ke sini karena banyak pilihan. Bentuk bantalnya juga lucu-lucu," kata Dewi, seorang pembeli yang datang bersama keluarganya.
Bantal bikinan Andri lumayan laris. Tak hanya dari Bandung, konsumennya berasal dari kota-kota lain di Indonesia. Bahkan beberapa pelanggan menawarkan untuk membuka gerai Rumah Bantal di kota asal mereka. "Sekarang sudah 15 outlet yang ada di Jawa dan Kalimantan," kata Andri.
Bantal dengan merek Ochiku, yang berarti rumahku, itu telah membuat kocek Andri dan istrinya, Diah Sri Budiarti, makin tebal. Maklum, setiap bulan omzet yang dikantonginya paling sedikit Rp 100 juta.
Sukses yang dipetik Andri saat ini tentu tak begitu saja diraih. Seperti lazimnya sebuah kisah sukses, perjalanan bisnis pemegang ijazah diploma akuntansi ini awalnya juga penuh liku.
Andri bercerita, roda usahanya mulai menggelinding pada 2003. Berbekal pinjaman Rp 25 juta dari orang tuanya, dia menyulap sebuah sudut di rumah sang mertua di daerah Arcamanik, Bandung, menjadi ruang pamer. Saat itu, dibantu dua karyawan, dia mulai membikin bantal-bantal cantik. Omzet penjualannya baru mencapai ratusan ribu rupiah per bulan.
Pada pertengahan 2003, Andri mulai melebarkan sayap usaha. Lelaki yang sedang menantikan kelahiran anak pertamanya ini memberanikan diri menyewa gerai di Bandung Supermall. Di sana angka penjualan terus meroket hingga Rp 3 juta, bahkan tak jarang menembus Rp 10 juta per hari.
Namun, pindah ke pusat belanja besar ternyata membuat bantal bikinannya rawan pembajakan. Lambat laun gerai serupa mulai membanjiri pusat belanja mewah ini. Berbagi pasar dengan pedagang lain tak urung menyusutkan omzet usahanya. Persaingan kian ketat sehingga dia tak sanggup lagi membayar sewa ruangan. Setelah dua tahun berjalan, dia memutuskan menutup gerainya.
Hengkang dari mal, Andri memulai kembali bisnisnya di sebuah rumah kontrakan di daerah Turangga, Bandung. Menurut dia, membuka gerai di rumah membuat bantal-bantal uniknya tak mudah dibajak orang.
Meski demikian, tak mudah berjualan di kompleks perumahan yang lumayan sepi. Bosan menunggu pembeli, dia akhirnya memutuskan kembali bekerja di sebuah bank swasta di Bandung pada 2006. Sejak kembali bekerja, bintang keberuntungan ternyata kembali bersinar. Dia lebih mudah membangun jaringan bisnis. Lantaran disibukkan oleh urusan kantor, Rumah Bantal akhirnya dikelola oleh istri dan adik bungsunya, Guntur Juniko.
Tapi dasar pedagang, Andri tak pernah melenggang begitu saja saat berangkat bekerja. Mobil Toyota Kijang miliknya selalu disesaki bantal-bantal lucu yang dijual di kantor. Cara ini ternyata adalah promosi yang jitu. Pembeli mulai berdatangan ke rumah kontrakannya. Tak hanya pelanggan rumahan, pengusaha hotel mulai memborong bantal dalam jumlah besar. Rupiah pun kian deras mengalir ke kantongnya.
Sebuah rumah mewah seharga Rp 2,3 miliar yang dibeli pada awal 2007 adalah bukti kesuksesan Andri. Rumah berlantai dua itu kini menjadi ruang pamer dan tempat produksi bagi 18 karyawannya. Bisnis bantal yang terus menggurita membuat Andri akhirnya menentukan pilihan. Dia memutuskan keluar dari bank tempatnya bekerja.
Saat ini dia sedang mengembangkan aneka bantal dengan desain baru, seperti bantal anti ngorok dan bantal untuk aromaterapi berisi bunga atau daun kering wangi. Ada juga bantal refleksi. Bantal ini berisi kacang-kacangan yang memberi tekanan pada bagian-bagian kepala dan leher. Saat bangun tidur, bantal dipercaya akan membuat tubuh lebih segar.
Andri juga mulai memproduksi sarung bantal. Ada beragam motif yang ditawarkan, mulai bunga, bordir, dan aplikasi sulam pita. Motif lainnya adalah gambar bendera negara-negara di dunia dan grup sepak bola dunia beken, seperti Manchester United dan Chelsea. Selain itu, dia masih menyimpan obsesi membuka toko distro khusus bantal yang sesuai dengan selera anak muda.











Post new comment